Kamis, 05 Februari 2015

Waspadai 4 Jerat iblis

Begitu banyak kiat yang dilakukan Iblis untuk memalingkan manusia dari wajah Tuhan. Mulai sejak Adam dan Hawa di Taman Eden hingga di masa kini, Iblis terus menebarkan jaring untuk memperangkap manusia.
Sekarang, mari kita lihat di sekeliling. Kita sedang menghadapi kemerosotan moral di setiap rumah tangga diluar sana. Bahkan kalau kita lihat di televisi, ada banyak kemerosotan, dari kebebasan seks, narkoba, penyelewengan keuangan, perselingkuhan dan tidak ada rasa malu karena menganggap hal itu sudah biasa.
Dunia juga sudah tidak aman lagi dan dunia ini sudah tidak nyaman lagi untuk ditinggali. Alangkah sulitnya sekarang untuk mendapatkan damai sejahtera di dunia ini baik di rumah tangga, rasanya tidak ada damai.
Iblis telah memasang jerat untuk merampas damai sejahtera yang menjadi hak orang percaya. Hal ini sudah ditulis dalam Alkitab sebagaimana tersurat dalam 1 Petrus 5:8, ‘Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.’
Ada 4 jerat iblis yang ditebar di jaman ini dengan tujuan merampas damai sejahtera anak-anak Tuhan. Dan kita harus mengenalinya supaya terhindar dari perangkapnya.

1. MATERIALISME
Manusia dijerat oleh si iblis supaya masuk perangkap materialisme. Secara teori filosofi arti materialisme adalah orang yang memperkaya realitas benda atau mempunyai suatu keinginan atau hasrat untuk memiliki kekayaan tanpa mempertimbangkan etika.
Kalau orang sudah terjerat materialisme maka ia memiliki hasrat untuk menjadi kaya tanpa peduli dengan etika, pokoknya kaya. Etika sudah tidak dipakai, firman Tuhan tidak dipakai.
Biasanya orang semacam ini sangat tunduk kepada orang yang kaya bahkan bersedia menjilat. Orang yang terjerat materialisme seluruh hidupnya terfokus pada benda.
Benda itu akan hilang, akan habis tidak kekal. Biasanya orang ini pasti sombong dan hanya bisa berkumpul dengan orang orang tertentu yang bisa ia nikmati hartanya.
Tentang hal ini Tuhan sudah memperingatkan manusia dalam firman-firman-Nya. Diantaranya di Injil Matius 6 : 19, juga di Injil Lukas 16 : 13, Injil Lukas 12 : 34 dan di Injil Markus 10 : 25.
 
2. INDIVIDUALISME
Banyak orang tidak sadar terjerat dengan individualisme. Orang semacam ini tidak bisa berkumpul dengan orang lain. Orang yang lain sengsara pun tidak menjadi masalah asalkan ia tidak.
Orang yang terjerat individualisme biasanya egois tidak pernah memikirkan orang lain. Dan apa-apa untuk dirinya sendiri walaupun terhadap isteri, anak apalagi komunitas dan di tempat kerjanya bahkan kalau perlu orang lain dikorbankan. Ini akan menimbulkan jerat buat hidupnya sendiri.
Padahal Tuhan selalu mendorong kita untuk selalu peduli dan memiliki rasa empati pada orang lain. Bahkan keberadaan kita haruslah jadi berkat bagi orang lain supaya nama Tuhan yang dipermuliakan.
Firman Tuhan yang membahas tentang hal ini ada di Injil Lukas 10 : 25 – 37. Yakni kisah tentang orang Samaria yang mau menolong orang lain sementara orang-orang yang tahu ajaran Tuhan justru mengacuhkannya.
Dalam pengajarannya, Tuhan Yesus sudah memberikan perintah agung pada Umatnya, yakni ‘Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Matius 22 : 37 – 39)

3. SKEPTISME
Skeptisme artinya orang yang mempunyai keraguan terhadap suatu kebenaran. Ada Tuhan atau tidak itu ragu-ragu, apa Tuhan itu ada? Orang semacam ini pikirannya selalu negatif, bimbang, tidak percaya mujizat.
Banyak diantara kita yang selalu mengatakan: Aduh tidak mungkin! Wah itu hanya kebetulan! Atau oh itu buat kamu bukan buat saya. Jadi negatif terus pikirannya. Kalau kita pikirannya negatif maka jadilah negatif terjadi dalam hidup kita. Orang yang demikian tidak akan bisa damai hidupnya.
            Tuhan mengajar kita untuk selalu optimis. Jika kita selalu bergantung pada Tuhan, maka tidak akan ada satu hal pun yang tidak mungkin terjadi dalam hidup kita. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.(Ratapan 3:25)


4. PAGANISM
Iblis menpengaruhi manusia untuk menyembah berhala dengan melakukan mujizat tetapi tidak memiliki kekekalan atau mujizat yang bersyarat, atau minta tumbal, imbalan dengan menyembah berhala. Berhala tidak selalu berbentuk patung, tetapi berhala bisa berbentuk uang, hobi atau apa saja yang lebih diutamakan dibanding Tuhan.

Sebagai penutup, renungkanlah ini. Iblis tahu bahwa kunci meraih sukses adalah damai sejahtera. Segala upaya dilakukan iblis untuk merampas damai sejahtera. Jerat ini mungkin tidak begitu terlihat dan sangat samar, tetapi itu yang akan membawa hidup manusia menjadi gagal.
            Karena itu tetaplah waspada. Jangan pernah membuka celah bagi si iblis untuk masuk dalam kehidupanmu. Tetaplah menyatu dengan Tuhan supaya tetap ada di dalam terang.

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. (1 Pet 2:9)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar