Senin, 12 Januari 2015

Pdt. Dr. K.A.M Jusuf Roni, Dihambat Tapi Merambat

Keputusannya untuk meninggalkan keyakinan yang dipeluknya sejak kecil dan sepenuhnya percaya pada Ketuhanan Yesus menjadikan Yusuf Roni sebagai orang yang sangat dibenci. Ia dicaci, dimaki bahkan dipenjara, namun pria kelahiran Palembang itu tetap teguh dalam iman dan meneruskan pelayanannya menjangkau jiwa-jiwa.

Saat namanya di-googling, begitu banyak situs yang muncul dalam daftar tersebut. Hanya saja, tak banyak yang mengungkap tentang pelayanan yang sudah dilakukannya sejak ia memutuskan masuk ke ladang Tuhan di era tahun 70-an atau lebih dari 30 tahun yang lalu.
            Sebagian besar diantara situs-situs itu justru menghujatnya habis-habisan dari berbagai sudut pandang. Ada yang mengkritisi materi-materi yang pernah ia sampaikan dalam pelayanan, bahkan ada pula yang langsung menyerang pribadinya.

RENCANA TUHAN TIDAK PERNAH GAGAL

Ada tiga komponen yang berperan dalam menentukan kesuksesan anak Tuhan di masa mendatang. Yang pertama adalah adanya visi untuk meraih derajat kehidupan yang lebih baik. Berikutnya adalah kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi setiap halangan dan rintangan sebagai bentuk proses untuk meraih kesuksesan tersebut. Dan yang terakhir adalah kemauan untuk mawas diri terkait kebiasaan buruk dari dalam diri yang bisa menghambat pencapaian visi tadi.
            Ketiga kunci meraih sukses tersebut disampaikan Pdt. DR. K.A.M. Jusuf Roni dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dilaksanakan di Hall Utama Gereja House of Glory Sidoarjo, Rabu (16/7) lalu.

Kekuatan Tiga Kata Ajaib Dalam Membentuk Karakter Anak

Siapapun pasti akan bangga saat melihat buah hatinya tumbuh menjadi pribadi yang santun dan memiliki karakter yang baik. Hanya saja, perilaku yang baik itu tidak bisa tercipta dengan sendirinya dalam diri anak-anak. Mereka harus belajar melalui apa yang dilihat, didengar dan dirasakan.
           
Banyak hal yang harus diajarkan pada anak-anak dalam upaya membentuk karakter yang baik dalam diri mereka. Dan kita bisa memulainya dengan membiasakan mereka untuk selalu mengucapkan kata ‘maaf, tolong dan terima kasih’.

Jangan Berikan Kasih Sayang Yang Salah

Satu lagi kesalahan yang kerap dilakukan terkait penggunaan gadget. Namun kesalahan ini kerap disamarkan dalam kedok kasih sayang orang tua pada putra-putrinya. Yakni mereka sengaja menjadikan piranti canggih itu babysitter.         
            Padahal, jika yang dewasa saja demikian mudah disesatkan apalagi mereka yang masih belia bahkan kanak-kanak. Dan sekarang faktanya saat ini banyak diantara anak-anak kita yang juga ikut-ikutan kecanduan smartphone.

IBLIS DI GENGGAMANMU

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. (1 Petrus 5:8)

Seorang ibu duduk santai di sudut sebuah pusat jajanan di Sidoarjo. Jari jemarinya tampak begitu lincah memencet tombol-tombol keypad Black Berry-nya. Air mukanya berubah-ubah, kadang tegang, kadang seperti gemas dan kadang ia tersenyum-senyum sendiri. Hanya sesekali saja ia dongakkan kepalanya untuk melihat kedua anaknya yang asyik bermain di sekitarnya. Selebihnya ia kembali asyik masyuk dalam ‘kenikmatan’ ber BBM.
            Sementara di sudut yang lain, seorang lelaki paro baya juga duduk menyendiri. Matanya tajam menatap layar tablet yang diletakkan di pangkuannya, tepatnya hampir di ujung lututnya yang berada di bawah meja. Wajahnya tegang, kadang tersenyum. Meski begitu ia terlihat sering mengangkat kepalanya dan menengok ke kanan-kiri, seperti ingin memastikan tidak ada orang yang melihat aktivitasnya. Selanjutnya buru-buru ia menenggelamkan diri lagi dalam kegiatan ‘misteriusnya’ tadi.

Smartphone, Si Canggih yang Bisa Menyesatkan

Di abad ke 21 ini, semuanya sudah menggunakan teknologi terbaru. Sudah bukan lagi masanya TV tabung, hampir semuanya sudah berganti dengan LCD atau LED. Juga tak akan terdengar lagi suara ketukan mesin ketik, karena semua kantor sudah menggunakan computer, baik yang PC maupun laptop. Kejayaan handphone poliponic juga sudah tergusur oleh lahirnya generasi terbaru teknologi komunikasi yang super canggih.

Revolusi teknologi itu membuat manusia termudahkan pekerjaannya. Terutama oleh sebuah alat bernama smartphone. Bukan bentuk alatnya, tapi fitur-fiturnya yang memanjakan penggunanya. Misalnya Blackberry messager, Whatsapp, Kakao Talk, Instagram dan lainnya.

Kau adalah Imamat yang Rajani

Data yang tersaji di Kementerian Kesehatan RI menyebutkan hingga akhir tahun 2013 lalu ada lebih dari 6 ribu perempuan berstatus ibu rumah tangga yang mengidap AIDS. Sementara itu ada 3283 anak berusia 0 – 14 tahun juga tumbuh bersama virus mematikan itu di dalam tubuhnya. Dari jumlah itu, 1.437 diantaranya adalah bayi yang baru dilahirkan.

Kemenkes memperkirakan para ibu tersebut tertular dari suaminya yang suka ‘njajan’. Karena itu bayi yang mereka lahirkan pun terpaksa menjadi obyek penderita dan ikut menanggung dosa ayahnya.

Kenapa Tak Boleh Merokok?

Oleh : Pdt. Franky Hardipura

Memang Alkitab tidak mencantumkan setiap perkara yang terjadi dalam kehidupan kita dalam masyarakat yang modern ini. Namun Alkitab memberikan prinsip-prinsip yang boleh menjadi pedoman di dalam kehidupan kita. Dalam dunia yang pancaroba ini, prinsip-prinsip tersebut tetap berlaku bagi kita, bahkan sanggup menjawab segala segi problema yang kita hadapi.
            “Bolehkan orang Kristen merokok?” Hal ini tidak terdapat dalam Alkitab, sebab pada masa Alkitab ditulis manusia belum menemukan rokok, jadi Alkitab tidak mencantumkan perihal rokok.

Sabtu, 03 Januari 2015

Semua Karena Manusia



DALAM salah satu karya naskah dramanya yang berjudul Antigone, Sopokles mengatakan ‘dari segala mahkluk yang diciptakan, manusia yang paling luar biasa. Samudera raya ditaklukannya, gunung dan lembah ia tundukkan. Topan, badai dan amuk gelombang pun dilawannya’.
Dan memang itulah faktanya. Hampir tak ada jengkal bumi yang tak didiami manusia. Di dalam gelapnya rimba belantara, di tengah kerontangnya gurun pasir bahkan di membekunya kawasan kutub.
Akalnya dipakai untuk menyiasati kejamnya alam. Bahkan dari alam itulah mereka mendapatkan kehidupan. Lahan-lahan subur didayagunakan sebagai areal pertanian. Yang kurang subur direkayasa hingga mampu mentunaskan biji-bijian dan sebagainya. Bagi manusia alam adalah sumber kehidupan yang berlimpah.  

Silang Sengkurat Penyebab Semburan

By : Luddy Eko Pramono


 DULUNYA, desa-desa yang tergenang luapan lumpur Sidoarjo  adalah wilayah pemukiman penduduk yang padat. Gerak ekonomi sosial warga setempat ditopang usaha pertanian, peternakan, pertambakan, jasa, perdagangan dan industri. Tapi sekarang semuanya sudah hilang.
Catatan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), menyebutkan lebih dari 41.700 warga harus terusir dari kampung halamannya di 18 desa, tersebar di 3 kecamatan.

GAJAH DIBLANGKONI



HAMPIR tengah malam, sekitar jam 12 kurang sedikit. Seorang teman datang berkunjung ke rumah. Untung aku belum tidur. Masih asyik jagongan itung-itung butuh dengan istri tercinta. Kedatangan sang teman itu tentu saja mengagetkanku. Apalagi wajahnya begitu kusut seperti kain sarung yang diuntel-untel. “Wah arek iki pasti nggowo persoalan,” pikirku kecut. 
Benar saja dugaanku. Setelah berbasa-basi sebentar, iapun mengutarakan masalah pelik yang dialaminya. Istriku tahu diri. Ia segera beringsut pergi ke dapur. Nggodog wedang kopi. Setelah menyuguhkan minuman hangat itu, ia pun beranjak tidur.

Dari Renomencil, Lumpur Itu Bermula

Dari Renomencil, Lumpur Itu Bermula
By : Luddy Eko Pramono


KAWASAN yang tak seberapa luas itu sebenarnya berada di dalam wilayah Desa Renokenongo, tapi warga setempat biasa menyebutnya Renomencil. Nama baru itu muncul setelah pembangunan jalan tol Surabaya - Gempol pada 1980-an membuat areal itu terpencil dari permukiman utama Desa Renokenongo. Renomencil terletak di sebelah barat jalan tol, sementara permukiman utama warga Desa Renokenongo terletak di sisi timur-nya.
            Di Renomencil, Lapindo Brantas Inc. melakukan pemboran Sumur Banjar Panji 1 sejak Maret 2006. Tanah itu memang tak terlalu produktif. Pasalnya si pemilik tanah enggan mengolahnya sebagai areal pertanian lantaran adanya batas fisik berupa jalan tol tadi. Dan warga setempat tak pernah tahu ada aktivitas pengeboran minyak dan gas bumi disana karena memang tak pernah ada pemberitahuan apalagi sosialisasi dari pihak terkait. Sepengetahuan mereka, lahan tersebut dipakai untuk peternakan ayam dan kandang kuda.

Lingkungan Hidup 1

Bumi Ini Indah


BACK TO NATURE. Ungkapan ini yang kerap menggema sebagai wujud kerinduan umat manusia dalam romantisme keindahan alam. Cobalah untuk berekreasi ke daerah pegunungan. Kamu pasti akan menikmati indahnya bentang alam dunia ini. Gunung-gunung yang menghijau dan udara segar yang membuat kita selalu bersyukur pada Tuhan yang menciptakan tempat yang begitu nyaman untuk kita tinggali.
       Diantara begitu luasnya jagad semesta, sampai saat kini manusia hanya mengetahui bahwa Buminya satu-satunya planet yang dihuni berbagai jenis makhluk hidup. Tumbuhan beranega ragam, bermacam jenis hewan dan tentu saja manusia.
       Ada banyak faktor yang menyebabkan bumi menjadi planet yang aman dan nyaman untuk ditinggali. Sebagian besar lapisan tanahnya terbilang subur. Ketersediaan air yang lebih dari cukup, udara yang penuh dengan oksigen serta pancaran sinar matahari yang cukup. Tak berlebihan sebagaimana Planet Merkurius dan Venus, serta tak kekurangan sebagaimana Mars hingga Pluto.
       Bumi juga memiliki kepadatan tertinggi, gravitasi permukaan terbesar, medan magnet terkuat dan rotasi paling cepat. Bumi juga merupakan satu-satunya planet kebumian yang memiliki lempeng tektonik yang aktif.
       Para ahli memperkirakan bumi kita ini telah berumur lebih dari 50 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 849.6 milyAR kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit).
Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa.
Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 7111 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer.
Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu permukaan bumi adalah antara -70 °C hingga 58 °C bergantung pada iklim setempat.
Suhu tertinggi yang pernah dicatat oleh stasiun meteorologi di El Azizia, Sahara yang terjadi pada 13 September 1922 berada pada 57.8°C. Suhu tertinggi sebelumnya yaitu pada 56.7 °C berada di Death Valley, California pada tanggal 10 Juli 1913. Sedangkan suhu terendah yaitu pada -89.2°C berada di Vostok, Antartika pada 21 Juli 1983.
Seperti yang kita tahu bahwa permukaan bumi yang kita huni ini terdiri atas berbagai bentukan seperti gunung, lembah, bukit, danau, sungai, dsb. Adanya bentukan-bentukan tersebut, menyebabkan permukaan bumi menjadi tidak rata. Bentukan-bentukan tersebut dikenal sebagai relief bumi.
Titik tertinggi di permukaan bumi adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter, dan titik terdalam adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau terdalam adalah Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau terbesar adalah Laut Kaspia dengan luas 394.299 km2.
Menurut data yang dikutip dari Wikimedia, luas permukaan bumi mencapai 361 juta km persegi. Kawasan perairannya yang terdiri dari laut, sungai dan danau mencapai 71 % atau mencapai 256,31 juta km persegi. Sedangkan sisanya berupa daratan.
Sensus yang dilakukan PBB pada 12 Desember 2009 lalu menyebutkan populasi manusia yang mendiami Bumi mencapai 6.803.000.000 jiwa. Proyeksi menunjukkan bahwa populasi manusia dunia akan mencapai 9.2 miliar pada tahun 2050. Wah...luar biasa.
(Luddy Eko Pramono, Buku Cintai Tanahmu : Kasihi Airmu)


ALA..NGGEDABRUS 

Menjelang sore di ruang kerja seorang pejabat Pemkab Sidoarjo. Sang pejabat duduk di kursinya. Tangan kanannya memegang Hp. Tubuhnya ia sandarkan ke belakang. Ia terlihat sedang santai berbincang dengan seseorang. Sedangkan aku dan dua orang rekan wartawan lainnya duduk di sofa yang tersedia di ruang kerja itu. Mata kami asyik memelototi siaran berita yang disajikan TVRI sembari menikmati makanan kecil yang disediakan sang tuan rumah.
Lalu kami pun ngobrol ngalor-ngidul, membicarakan isu yang lagi hangat terjadi di belantara internasional, nasional hingga ke level lokal Sidoarjo-an. “Pean eruh ta baliho’e bupati, Kapolres, Kajati ambek Dandim sing dipasang nang prapatan Babalayar iku ta, Cak,” tanyaku pada salah seorang rekan wartawan.
Kontan iapun menjawab. “Wah gak nang kono thok baliho’ne. Nang endi-endi yo dipasang,” ucapnya. Lalu teman satunya lagi menimpali. “Lha iyo temen omongan iku. Jarene kate mbangun bangsa dengan kejujuran. Sing endine sing jujur. Sopo sing jujur,” ucap teman tadi sambil mencibir sinis.
 Aku pun tak mau kalah. “Lha iyo, masyarakat saiki wis pinter-pinter. Gak isok mereka dibohongi ambek kalimat-kalimat retorika koyok ngono iku. Masyarakat wis eruh kok yok opo kelakuane pemerintah, termasuk aparat hukum’e,” kataku.
 Komentar senada pun saling bersahut-sahutan dari setiap mulut yang ada di ruangan itu. Sedangkan si pejabat tetap saja asyik menelepon. Malah seakan-akan nada bicaranya semakin gayeng.
 “Lha iyo, kalau semua pejabat nang Indonesia iki jujur temenan, gak mungkin Indonesia mlarat koyok ngene. Semua orang pasti sugih karena kerjanya enak. Negara tambah makmur karena APBNnya dipakai membangun bangsa,” ucap salah seorang teman.
 “Buktine lak gak koyok ngono ta. Yo tetap mbangun sih, tapi sak piro akeh’e duit sing digawe mbangun iku? Sik luwih akeh duit sing dientit poro pejabat. Lha nek kene carane, yok opo carane negoro isok maju. Sik tas rodok enak thitik ae wis kenek krisis ekonomi global maneh. Gak tambah makmur malah tambah ajur negoro iki,” seru yang lain.
 “Mangkokno iku,” lanjutku. “Mestinya wis gak perlu ngetokno uang banyak buat bikin baliho koyok ngono iku, percuma. Yang paling pas itu, ya dilakukan saja. Nanti rakyat lak eruh dewe. Kalau pemimpinnya iso jujur temenan, rakyat’e yo ikut jujur. Lha kalau pimpinannya doyan nggedabrus, yo kabeh melok-melok nggedabrus,” kataku.
 Tiba-tiba sang pejabat bangkit dari tempat duduknya. Ia menghampiri kami. Tangan kanannya langsung mengambil dompet dari saku belakang celananya. Cepat ia keluarkan beberapa lembar uang Rp 50 ribuan.
 “Termasuk koen-koen iki yo melok nggedabrus pisan. Iki lho duit, gelem opo enggak? Tapi tak kandani yo, duit iki asal’e yo teko entit-entitan sing mbok omongmo mau,” tantangnya. Dan, ha...ha...ha..., tawa kami pun pecah seketika.
(Luddy Eko Pramono - termuat di Tabloid Headline)