Senin, 12 Januari 2015

IBLIS DI GENGGAMANMU

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. (1 Petrus 5:8)

Seorang ibu duduk santai di sudut sebuah pusat jajanan di Sidoarjo. Jari jemarinya tampak begitu lincah memencet tombol-tombol keypad Black Berry-nya. Air mukanya berubah-ubah, kadang tegang, kadang seperti gemas dan kadang ia tersenyum-senyum sendiri. Hanya sesekali saja ia dongakkan kepalanya untuk melihat kedua anaknya yang asyik bermain di sekitarnya. Selebihnya ia kembali asyik masyuk dalam ‘kenikmatan’ ber BBM.
            Sementara di sudut yang lain, seorang lelaki paro baya juga duduk menyendiri. Matanya tajam menatap layar tablet yang diletakkan di pangkuannya, tepatnya hampir di ujung lututnya yang berada di bawah meja. Wajahnya tegang, kadang tersenyum. Meski begitu ia terlihat sering mengangkat kepalanya dan menengok ke kanan-kiri, seperti ingin memastikan tidak ada orang yang melihat aktivitasnya. Selanjutnya buru-buru ia menenggelamkan diri lagi dalam kegiatan ‘misteriusnya’ tadi.
            Fitur-fitur dalam gadget dan smartphone memang membuat orang tak pernah merasa sendirian. Ia bisa menarik teman di tempat yang terjauh sekalipun menjadi begitu ‘dekat’. Bukan hanya seorang, bahkan beberapa orang sekaligus.
            Perangkat pintar itu juga bisa membuka cakrawala dunia dalam genggaman tangannya. Ya, apapun juga yang ada di dunia, yang baik maupun yang buruk. Yang benar maupun yang menyimpang, semuanya bisa disaksikan hanya dengan sekali sentuhan.
            Nggak percaya, coba buka saja inboks anda. Kadang ada kiriman renungan ayat-ayat Alkitab yang terkirim kesana. Tapi sering juga masuk info pemasangan nomor togel, gambar, foto atau video porno bahkan iklan penawaran obat kuat juga jasa layanan Wanita Pekerja Seksual.
            “Itulah dunia yang penuh dengan perangkap dan jerat si jahat. Iblis tahu kalau manusia dengan kehendak bebasnya besar kemungkinan untuk bertindak menyimpang dari kehendak Tuhan. Dan salah satu perangkap yang dipasang itu adalah kemudahan dan kecanggihan gadget itu tadi,” tandas DR. Willy Josep Chandra saat di temui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
            Yang dimaksudnya menyimpang itu antara lain bergosip dan melakukan hal sia-sia melalui berbagai fitur jejaring sosial. Gembala Gereja House of Glory Sidoarjo itu menyitir Firman Tuhan yang tersurat dalam Mazmur 1 : 1, yakni ‘Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,’
            “Kenapa tidak boleh, karena dalam Mazmur 1 ayat 6 disebutkan, ‘sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. Jadi silahkan dipilih sendiri, mau benar atau lebih suka menuju kebinasaan,” ucapnya tegas.
            Menurutnya, kecanggihan teknologi komunikasi itu menjadikan Iblis bukan lagi ada di sekitar manusia namun sudah ada dalam genggaman tangannya. Tinggal bagaimana manusia menyikapinya agar tak mudah  diseret-seret kearah negative.
            “Kuncinya, manusia harus tetap berada di dalam Tuhan dan Tuhan ada di dalamnya. Biar setan ada dalam genggaman, namun kalau Tuhan yang ada di dalam tubuhnya, menguasai hati dan pikirannya maka ia tetap bisa mengendalikan diri dari pengaruh si iblis,” ujarnya lagi.
            Untuk itu setiap orang harus tetap rajin bersekutu dengan Tuhan. Juga selalu merenungkan Firman Tuhan siang dan malam serta berjaga-jaga dalam doa setiap saat. Dan, ingatnya, setiap umat Tuhan haruslah selalu berada dalam persekuan dengan orang seiman agar mereka selalu diajar dan dididik serta dinasehati jika menyimpang. Dengan begitu mereka akan tetap taat, tekun dan setia dalam Tuhan.
            Hal ini seturut dengan Firman Tuhan dalam Ibrani 10:25, Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

            “Jadi kuncinya adalah kita yang harus bijaksana dalam memanfaatkan kecanggihan tersebut (Titus 2 : 12). Daripada dipakai nggosip atau melihat hal yang tidak pantas, sebaiknya pakailah smartphonemu untuk menyebarluaskan pribadi,  Firman dan karya Tuhan pada semua orang. Mulai dari yang terdekat hingga ke ujung bumi hanya dengan satu jari sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul 13:47,” senyumnya terulas.*lud 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar