Sabtu, 03 Januari 2015

Lingkungan Hidup 1

Bumi Ini Indah


BACK TO NATURE. Ungkapan ini yang kerap menggema sebagai wujud kerinduan umat manusia dalam romantisme keindahan alam. Cobalah untuk berekreasi ke daerah pegunungan. Kamu pasti akan menikmati indahnya bentang alam dunia ini. Gunung-gunung yang menghijau dan udara segar yang membuat kita selalu bersyukur pada Tuhan yang menciptakan tempat yang begitu nyaman untuk kita tinggali.
       Diantara begitu luasnya jagad semesta, sampai saat kini manusia hanya mengetahui bahwa Buminya satu-satunya planet yang dihuni berbagai jenis makhluk hidup. Tumbuhan beranega ragam, bermacam jenis hewan dan tentu saja manusia.
       Ada banyak faktor yang menyebabkan bumi menjadi planet yang aman dan nyaman untuk ditinggali. Sebagian besar lapisan tanahnya terbilang subur. Ketersediaan air yang lebih dari cukup, udara yang penuh dengan oksigen serta pancaran sinar matahari yang cukup. Tak berlebihan sebagaimana Planet Merkurius dan Venus, serta tak kekurangan sebagaimana Mars hingga Pluto.
       Bumi juga memiliki kepadatan tertinggi, gravitasi permukaan terbesar, medan magnet terkuat dan rotasi paling cepat. Bumi juga merupakan satu-satunya planet kebumian yang memiliki lempeng tektonik yang aktif.
       Para ahli memperkirakan bumi kita ini telah berumur lebih dari 50 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 849.6 milyAR kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit).
Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultraungu, dan radiasi dari luar angkasa.
Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 7111 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer.
Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi bumi dari sinar ultraungu. Perbedaan suhu permukaan bumi adalah antara -70 °C hingga 58 °C bergantung pada iklim setempat.
Suhu tertinggi yang pernah dicatat oleh stasiun meteorologi di El Azizia, Sahara yang terjadi pada 13 September 1922 berada pada 57.8°C. Suhu tertinggi sebelumnya yaitu pada 56.7 °C berada di Death Valley, California pada tanggal 10 Juli 1913. Sedangkan suhu terendah yaitu pada -89.2°C berada di Vostok, Antartika pada 21 Juli 1983.
Seperti yang kita tahu bahwa permukaan bumi yang kita huni ini terdiri atas berbagai bentukan seperti gunung, lembah, bukit, danau, sungai, dsb. Adanya bentukan-bentukan tersebut, menyebabkan permukaan bumi menjadi tidak rata. Bentukan-bentukan tersebut dikenal sebagai relief bumi.
Titik tertinggi di permukaan bumi adalah gunung Everest setinggi 8.848 meter, dan titik terdalam adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan kedalaman 10.924 meter. Danau terdalam adalah Danau Baikal dengan kedalaman 1.637 meter, sedangkan danau terbesar adalah Laut Kaspia dengan luas 394.299 km2.
Menurut data yang dikutip dari Wikimedia, luas permukaan bumi mencapai 361 juta km persegi. Kawasan perairannya yang terdiri dari laut, sungai dan danau mencapai 71 % atau mencapai 256,31 juta km persegi. Sedangkan sisanya berupa daratan.
Sensus yang dilakukan PBB pada 12 Desember 2009 lalu menyebutkan populasi manusia yang mendiami Bumi mencapai 6.803.000.000 jiwa. Proyeksi menunjukkan bahwa populasi manusia dunia akan mencapai 9.2 miliar pada tahun 2050. Wah...luar biasa.
(Luddy Eko Pramono, Buku Cintai Tanahmu : Kasihi Airmu)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar