Rabu, 14 Juni 2017

Kisah Inspiratif - Tempayan Retak



Seorang memiliki dua tempayan besar, ia memakai keduanya dengan mengenakan pikulan untuk mengambil air dari sumber mata air menuju rumahnya setiap hari. Namun salah satu diantara tempayan itu retak sehingga meski diisi penuh, yang tersisa hanya setengahnya begitu sampai di rumah.
Seseorang bertanya padanya, kenapa ia tetap menggunakan tempayan retak itu dan tidak segera menggantinya dengan yang masih bagus. Namun si pemilik tempayan hanya tersenyum. Lalu ia berkata, “besok ikutlah aku mengambil air dan lihatlah yang sudah dilakukan tempayan retak itu.”

Mordekhai, Berpuasa dan Berdoa Demi Keselamatan Bangsanya


Kisah Para Penulis Alkitab

Mordekhai bin Yair bin Simei bin Kish, adalah seorang Yahudi dari suku Benyamin.  Ia disebut-sebut sebagai pahlawan Yahudi di dalam kisah hidup Ester anak Abihail, ratu pilihan raja Ahasyweros dari kerajaan Persia (memerintah tahun 485-465 SM).
Sebagian sejarahwan Alkitab menyebutnya sebagai penulis Kitab Ester. Kitab ini merupakan bagian dari Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen yang termasuk golongan kitab-kitab Ketuvim.
Diperkirakan kitab yang berisi tentang riwayat orang Yahudi di abad ke-5 SM itu ditulis sekitar tahun 460 SM, tidak lama sesudah peristiwa-peristiwa ini terjadi.
Penjajahan terhadap bangsa Yahudi telah menimbulkan sebuah ‘perselisihan’ antara Mordekhai dan Haman bin Hamedata, orang Agag. Namun perselisihan ini terselesaikan dengan baik oleh Mordekhai dan anak asuhnya, Hadasa yang kemudian menjadi Ratu Esther.
Sinergi antara keduanya telah menghasilkan kemenangan dan memberi kehidupan bagi bangsa Yahudi pada waktu itu. Di akhir kitab Ester, dituliskan tentang Mordekhai yang menjadi orang kedua di bawah Raja Ahasyweros dan ia dihormati dan disukai banyak sanak saudaranya (ay. 3)

KITAB IMAMAT (2)



Sebagaimana dua kitab sebelumnya, Kitab Imamat juga diyakini ditulis sendiri oleh Nabi Musa pada 1445 -- 1405 SM. Kitab ini berisi pengarahan yang diberikan Allah kepada Musa selama dua bulan di antara selesainya pembangunan Kemah Suci (Kel 40:17) dan keberangkatan Israel dari Gunung Sinai (Bil 10:11).
Kitab Imamat meliputi dua tema penting, yakni :

Sabtu, 03 Juni 2017

Kisah Inspiratif - Mendengar SuaraNya


Bacaan : Lukas 10 : 38 - 42

Seorang pemuda yang baru saja kehilangan pekerjaan datang ke rumah seorang pendeta tua. Di depan pintu pemuda itu berteriak-teriak,"Pendeta...Pendeta aku banyak mengalami masalah dalam hiduhku dan sekarang aku hehilangan pekerjaan. Mengapa bisa begini?"
Karena sang pendeta sedang belajar di dalam kamarnya, ia tidak mendengar suara si pemuda sehingga ia pun menjadi kalap. Ia mengepalkan tinjunya sambil berteriak, "Pendeta bilang Tuhan akan selalu menolong, tetapi mengapa aku seperti ini ?"
Mendengar ada suara ribut-ribut di luar, pendeta tua pun berjalan keluar. Ia mengucapkan sesuatu dan menanti tanggapan si pemuda. Tetapi si pemuda itu tidak mendengar apa yang dikatakan oleh pendeta tua. Masih diam di tempatnya, si pemuda bertanya, "Pendeta bilang apa?"

Imam Ezra


Pencatat Masa Pemulihan Kaum Sisa

Kitab Ezra adalah bagian dari sejarah yang berkesinambungan dari orang Yahudi yang ditulis setelah masa pembuangan, terdiri atas 1 dan 2 Tawarikh, Ezra, dan Nehemia. Diperkirakan kitab-kitab tersebut ditulis pada 450 - 420 SM.
Sekalipun penulisnya tidak pernah disebutkan dalam Alkitab, tetapi hampir semua sumber Yahudi dan Kristen, serta juga banyak ahli modern, percaya bahwa penulisnya adalah Ezra, seorang imam dan juga ahli Taurat.
Menurut tradisi, Ezralah yang mengumpulkan semua kitab Perjanjian Lama (PL) menjadi satu unit, memulai bentuk ibadah yang dipakai di sinagoge dan mendirikan Sinagoge Besar di Yerusalem di mana kanon PL akhirnya ditetapkan.

Jumat, 02 Juni 2017

KITAB IMAMAT (1)




Sebagaimana dua kitab sebelumnya, Kitab Imamat juga diyakini ditulis sendiri oleh Nabi Musa pada 1445 -- 1405 SM. Kitab ini berisi pengarahan yang diberikan Allah kepada Musa selama dua bulan di antara selesainya pembangunan Kemah Suci (Kel 40:17) dan keberangkatan Israel dari Gunung Sinai (Bil 10:11).
Kata ‘Imamat’ diambil bukan dari Alkitab bahasa Ibrani, tetapi dari terjemahan Yunani dan Latin. Judul ini mungkin membuat orang berpikir bahwa kitab Imamat hanya membahas imam-imam Lewi, namun tidak demikian halnya karena sebagian besar kitab ini berkenaan dengan seluruh bangsa Israel.
Lebih dari lima puluh kali disebutkan bahwa isi kitab ini adalah firman dan penyataan Allah yang langsung kepada Musa bagi Israel, yang kemudian disimpan oleh Musa dalam bentuk tertulis.