Senin, 12 Januari 2015

Kenapa Tak Boleh Merokok?

Oleh : Pdt. Franky Hardipura

Memang Alkitab tidak mencantumkan setiap perkara yang terjadi dalam kehidupan kita dalam masyarakat yang modern ini. Namun Alkitab memberikan prinsip-prinsip yang boleh menjadi pedoman di dalam kehidupan kita. Dalam dunia yang pancaroba ini, prinsip-prinsip tersebut tetap berlaku bagi kita, bahkan sanggup menjawab segala segi problema yang kita hadapi.
            “Bolehkan orang Kristen merokok?” Hal ini tidak terdapat dalam Alkitab, sebab pada masa Alkitab ditulis manusia belum menemukan rokok, jadi Alkitab tidak mencantumkan perihal rokok.
Tetapi kita boleh membahasnya melalui prinsip-prinsip yang digariskan dalam 1 Korintus 6 : 12 dan 1 Korintus 10 : 23 sebagai berikut :
1.    Jawaban yang spontan adalah : “Boleh”. Sebab Paulus mengatakan : “Segala sesuatu halal bagiku” (2x) Segala sesuatu diperbolehkan” (2x) (1 Kor 10 : 23)
2.    Tetapi selanjutnya Paulus mengatakan : “Tetapi bukan semuanya berguna”. Apakah faedahnya merokok? Mungkin penggemar rokok sanggup memberikan satu daftar tentang kebaikan merokok. Tetapi para ahli telah membuktikan bahwa merokok sangat membahayakan kesehatan manusia.
Di Amerika Serikat, semua iklan rokok diharuskan memberi peringatan kepeda pembelinya bahwa rokok membayakan kesehatan. Pun demikian di Indonesia. Iklan bahkan bungkus rokok pun diwajibkan mencantumkan pesan peringatan pemerintah. Diantaranya, ‘Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Yang terbaru berbunyi, ‘Merokok membunuhmu’.
Jika sudah tahu demikian, apakah kita sebagai orang Kristen akan tetap merokok? Jawabannya adalah : TIDAK !
3.    Prinsip yang ketiga : ‘Tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh sesuatu apapun’. Kalau merokok dapat menyebabkan ketagihan dan menyebabkan kita semakin banyak merokok dan tidak dapat hidup tanpa merokok, ini berarti kita sudah diperhamba oleh batang rokok. Hal ini tidak senonoh dengan kedudukan kita sebagai anak Tuhan.
4.    Prinsip yang keempat : ‘Tetapi bukan segala sesuatu membangun’. Merokok di tempat tertutup menyebabkan polusi udara sehingga orang-orang yang berada di sekeliling kita menjadi ‘second smoker’. Hal ini tidak membangun orang lain, tetapi justru mencelakakan mereka.
Konon pendeta yang terkenal di Inggris yang bernama Charles H. Spurgeon (1834 – 1892) juga merokok. Pada suatu hari terdapat iklan rokok yang mengatakan bahwa  : “Inilah rokok yang paling disukai oleh Pendeta Spurgeon”. Setelah Spurgeon mengetahui hal tersebut, maka ia segera membuang rokoknya, sebab menjadi iklan rokok itu dianggap ‘tidak membangun’ malahan menjatuhkan orang lain.


Biarlah kita selalu memperhatikan prinsip-prinsip yang terdapat dalam Alkitab dan menjawab segala persoalan hidup kita melalui prinsip-prinsip tersebut. Tuhan Memberkati. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar