Rabu, 28 Maret 2018

KISAH PENULIS ALKITAB : Daud Anak Isai ; Sang Penulis, Penyair dan Raja




Awalnya, Daud hanyalah bocah biasa. Ia tinggal di sebuah kota kecil bernama Betlehem, Efrata, di wilayah Yehuda. Ayahnya bernama Isai. Ia adalah putra bungsu dari 8 anak laki-laki. Daud juga mempunyai 2 saudara perempuan.
Para ahli sejarah memperkirakan Daud hidup antara tahun 1040–970 SM. Kisah yang cukup fenomenal dalam hidupnya adalah saat ia mengalahkan Goliat, pahlawan Filistin yang berpostur jauh lebih besar daripada dirinya.
Sejak saat itu, rakyat Israel pun memuja Daud dan menyebutnya sebagai orang yang pantas menjadi raja Israel. Padahal saat masih remaja, Nabi Samuel telah lebih dulu mengurapinya sebagai raja Israel atas perintah Tuhan. 
Peristiwa itupun mengubah jalan hidupnya, dari seorang anak penggembala domba menjadi pemuka di istana kerajaan Israel. Raja Israel, Saul mengangkatnya menjadi pemimpin pasukan kerajaan.
Tuhan pun menyertai Daud dengan memberinya kemenangan di setiap medan perang. Bahkan kemudian Saul menikahkan Daud dengan putrinya, Mikhal setelah ia berhasil mengalahkan bala tentara Filistin. 
Setelah kematian Saul di medan perang, para abdi kerajaan mendudukkan Isyboset, putra Saul yang masih hidup sebagai raja Israel. Namun rakyat tidak berkenan dan menghendaki Daud.
Karena Isyobet tak mau turun tahta, Daud pun mendirikan kerajaan baru bernama Yehuda yang beribukota di Hebron. Disana ia memerintah selama  tujuh tahun enam bulan.
Setelah Isyboset mati dibunuh pegawai-pegawainya sendiri, bangsa Israel mengangkat Daud menjadi raja mereka, dan ia memerintah di Yerusalem selama 33 tahun hingga wafatnya di sekitar tahun 970 SM.
Dunia mengenal Daud tidak hanya sebagai raja, namun juga penyair yang produktif. Karya-karyanya terdokumentasi dalam sebuah Kitab bernama Mazmur atau Zabur yang diakui oleh kaum Yahudi dan Nasrani. 
Kitab ini merupakan kumpulan syair pujian, sajak-sajak serta doa. Karya-karya tersebut dikumpulkan oleh orang Israel dan dipakai dalam ibadat mereka, lalu akhirnya dimasukkan ke dalam Alkitab.
Salah satu syair yang paling terkenal adalah Mazmur 23, yang menyebut Tuhan sebagai Gembala yang setia. “TUHAN adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku...
Kitab Mazmur merupakan kitab yang terpanjang dalam Alkitab. Roh Kudus, yang menggerakkan Daud untuk menulis kira-kira 70 dari 150 syair di Kitab Mazmur. Sedangkan sisanya ditulis oleh Musa, Salomo, Asaf, Etan, Heman dan anak-anak Korah. *
Dikutip dari Warta Jemaat Gereja Bethany Indonesia House of Glory Sidoarjo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar