Keputusannya
untuk meninggalkan keyakinan yang dipeluknya sejak kecil dan sepenuhnya percaya
pada Ketuhanan Yesus menjadikan Yusuf Roni sebagai orang yang sangat dibenci.
Ia dicaci, dimaki bahkan dipenjara, namun pria kelahiran Palembang itu tetap
teguh dalam iman dan meneruskan pelayanannya menjangkau jiwa-jiwa.
Saat
namanya di-googling, begitu banyak situs yang muncul dalam daftar tersebut.
Hanya saja, tak banyak yang mengungkap tentang pelayanan yang sudah
dilakukannya sejak ia memutuskan masuk ke ladang Tuhan di era tahun 70-an atau
lebih dari 30 tahun yang lalu.
Sebagian besar diantara situs-situs
itu justru menghujatnya habis-habisan dari berbagai sudut pandang. Ada yang
mengkritisi materi-materi yang pernah ia sampaikan dalam pelayanan, bahkan ada
pula yang langsung menyerang pribadinya.