Jumat, 04 Mei 2018

Kitab Ulangan (bagian 3)




Empat ciri khas menandai Ulangan.

(1) Ulangan menyediakan bagi angkatan Israel yang baru (yang sebentar lagi akan masuk Kanaan) landasan dan motivasi yang diperlukan untuk mewarisi tanah yang dijanjikan dengan memusatkan perhatian kepada tabiat Allah dan perjanjian-Nya dengan Israel.

(2) Ulangan merupakan "Kitab Hukum Kedua" karena di dalamnya Musa, pemimpin Israel yang berusia 120 tahun, menyatakan kembali dan merangkum (dalam bentuk khotbah) sabda Tuhan yang terdapat di dalam keempat kitab sebelumnya.

Selasa, 24 April 2018

Kisah Inspiratif - Koq Bisa Lupa?




Seorang pria, manager akunting sebuah perusahan, selama berhari-hari menghadapi masalah yang tak tuntas. Pembukuan perusahaan tidak balance. Ia sudah mencari kesalahan di segala sektor. Kepalanya pusing sekali karena beberapa hari lagi akan ada audit yang memeriksa pekerjaannya.
Sore itu sang isteri mampir di kantor menitipkan anak mereka yang berusia 6 tahun untuk diantar les sorenya. Pukul 5 petang, pak satpam melihat manager ini keluar kantor menggandeng puteri manisnya. Mereka naik kendaraan umum.
Pak Manager memang mengantar puterinya les. Menjelang jam 6 sore, ia keluar kantor untuk menjemput anaknya. Namun saat di parkiran anak buah manager ini melaporkan bahwa ada data baru yang ditemukan.

Kitab Ulangan (bagian 2)




Sebelum menyerahkan kepemimpinan kepada Yosua untuk penaklukan Kanaan, maksud Musa mula-mula ialah untuk menasihati dan mengarahkan angkatan Israel yang baru tentang :
(1) perbuatan-perbuatan perkasa dan janji-janji Allah,
(2) kewajiban mereka bertalian dengan perjanjian untuk beriman dan taat, dan
(3) perlunya mereka menyerahkan diri untuk takut kepada Tuhan, hidup di dalam kehendak-Nya, serta mengasihi dan menghormati Dia dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan mereka.

Senin, 23 April 2018

Kisah Penulis Alkitab - Nabi Daniel


Penuh Hikmat dan Bernubuat



Daniel adalah pemuda Israel yang ditawan kerajaan Babel. Ia diangkut ke Babilon bersama pemuda-pemuda lainnya yang berasal dari keturunan raja maupun bangsawan, diantaranya Hananya, Misael, dan Azarya yang juga disebut sebagai Sadrak, Mesack dan Abednego.
Sejarahwan Alkitab menyebutnya sebagai penulis Kitab Daniel (Dan 9:2; 10:2). Pernyataan ini dtegaskan Tuhan Yesus yang menyebut Daniel sebagai penulis kitab ini (Matius 24:15).
Mereka termasuk kelompok pertama yang diangkut ke Babel ketika Nebukadnezar menaklukkan Yerusalem dan menawan Raja Yoyakim (Daniel 1:1-7). Di kota Babilon, Daniel menyaksikan kejahatan di sekililingnya, namun ia tak pernah mengkompromikan keyakinannya.
Daniel melayani di istana kerajaan Babilonia dan penguasa setelah Nebukadnezar. Kitab Daniel mencatat semua aktivitas, nubuatan, dan penglihatan nabi Daniel antara tahun 540- 530 SM.

Minggu, 22 April 2018

Bahagia Itu Pilihan




Seorang lelaki berumur 82 tahun yang mempunyai selera tinggi, percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini.
Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo. Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap.

Kisah Penulis Alkitab - Nabi Yehezkiel


Nabi untuk Para Tawanan



Sejak tahun 598 SM Yerusalem diduduki oleh bangsa-bangsa lain. Tembok kota diruntuhkan, rumah-rumah dibakar, Bait Allah dihancurkan tentara Babilonia, dan beberapa orang yang terbaik dipenjara dan dibuang sebagai tawanan di seberang sungai Kebar.
Mereka ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil dan kerajaan Babel sengaja membiarkan orang-orang Israel memelihara jati diri bangsa mereka. Dan orang-orang buangan itu membangun rumah, menanam pohon anggur dan membina keterampilan agar mereka merasa nyaman dengan keadaan yang barunya.
Lalu pada sekitar 593 SM Tuhan menunjuk seorang Imam bernama Yehezkiel bin Busi sebagai nabi yang menjadi perantara sabdaNya pada seluruh umat Israel yang hidup di daerah buangan. Saat itu usia Yehezkiel (yang berarti Tuhan Menguatkan) baru 30 tahun (Yeh 1 : 1).

Kitab Ulangan (bagian 1)




Kitab ini berisi amanat perpisahan Musa yang dalamnya ia mengulas kembali dan memperbaharui perjanjian Allah dengan Israel untuk generasi Israel yang baru.
Mereka yang sudah sekitar 40 tahun mengembara di padang gurun sudah hampir mencapai akhir perjalanan dan siap masuk ke Kanaan, yakni tanah yang dijanjikan Allah bagi mereka.
Saat itu, sebagian besar generasi baru Israel sudah tidak mengingat Paskah yang pertama, peristiwa penyeberangan Laut Merah, atau pemberian Hukum di Gunung Sinai. 
Karena itu mereka memerlukan pengisahan kembali yang bersemangat mengenai semua rangkaian peristiwa yang dialami generasi-generasi sebelumnya. Juga perlu disegarkan lagi ingatan bangsa itu terhadap perjanjian, hukum Taurat, dan kesetiaan Allah, dan suatu pernyataan baru mengenai berbagai berkat yang menyertai ketaatan dan kutuk yang menyertai ketidaktaatan.
Berbeda dengan kitab Bilangan yang mencatat pengembaraan "angkatan keluaran" bangsa Israel yang suka memberontak selama 39 tahun, kitab Ulangan meliputi masa yang pendek sekitar satu bulan pada satu tempat di dataran Moab sebelah timur Yerikho dan Sungai Yordan.
Kitab yang ditulis Musa itu diwariskan pada Israel sebagai dokumen perjanjian untuk dibacakan seluruhnya di hadapan seluruh bangsa setiap tujuh tahun (Ul 31:10-13). Musa mungkin menyelesaikan penulisan kitab ini menjelang kematiannya sekitar tahun 1405 SM.
Bahwa Musa menulis kitab ini ditegaskan oleh
(1) Pentateukh Samaria dan Yahudi,
(2) para penulis PL (mis. Yos 1:7; 1Raj 2:3; 2Raj 14:6; Ezr 3:2;  Neh 1:8-9; Dan 9:11),
(3) Yesus (Mat 19:7-9; Yoh 5:45-47) dan penulis PB yang lain  (mis. Kis 3:22-23; Rom 10:19),
(4) para cendekiawan Kristen zaman dahulu,
(5) cendekiawan konservatif masa kini, dan
(6) bukti di dalam kitab Ulangan sendiri (mis. kesamaan susunan dengan     bentuk-bentuk perjanjian yang ditulis pada abad ke-15 SM). Kisah kematian Musa (pasal 34; Ul 34:1-12) sudah pasti ditambahkan segera sesudah peristiwa itu terjadi (sangat mungkin oleh Yosua) sebagai penghargaan yang layak bagi Musa, hamba Tuhan itu.*bersambung