Minggu, 15 April 2018

KITAB BILANGAN (Bagian 1)



Kitab Bilangan merupakan buku ke 4 dalam naskah Pentaeukh. Judul kitab ini muncul pertama kali dalam naskah versi Yunani dan Latin dan diambil dari peristiwa sensus terhadap kaum pria Israel yang dicatat dalam kitab ini (pasal 1, 26; Bil 1:1-54 dan Bil 26:1-65).
Akan tetapi, sebagian besar kitab ini mengisahkan pengalaman-pengalaman Israel selama mengembara di padang gurun’. Oleh karena itu di dalam Alkitab PL berbahasa Ibrani, kitab ini disebut sebagai Kitab ‘Di Padang Gurun.
Secara kronologis, Bilangan merupakan sambungan sejarah yang dicatat di kitab Keluaran. Ketika itu Allah menetapkan perjanjian dengan Israel, memberikan hukum Taurat dan pola Kemah Suci kepada Musa, serta memberikan pengarahan mengenai isi kitab Imamat.

Rabu, 11 April 2018

Menjaga Kemurnian



Oleh : Luddy Eko Pramono

Ketika mendengar istilah Protestan,maka yang pertama kali terbersit di otak saya adalah ‘protes’ sebagai kata dasarnya. Dan saat istilah itu dikaitkan dengan kata Kristen, maka munculnya sebuah pengertian dangkal di kepala saya tentang sekelompok penganut keimanan dalam kekristenan yang timbul karena adanya aksi protes itu tadi.
Penalaran sederhana itu seakan mendapat pembenaran setelah sekedar mengetahui latar belakang sejarah yang mengisahkan tentang gerakan sekelompok biarawan di Jerman pada tahun 1517 yang dimotori Martin Luther.
Dalam perkembangan berikutnya, aksi protes terhadap kebijakan-kebijakan gereja pada saat itu melahirkan denominasi baru di kelompok penganut ajaran Kristus yang disebut sebagai kaum protestan.

Berlaku Cerdik Dalam Perkara Dunia dan Surga



Oleh : L.E. Pramono*

Ada hal yang cukup membingungkan saat membaca perumpaan tentang bendahara yang tidak jujur sebagaimana tersurat dalam Injil Lukas 16 : 1 – 9. Sekilas muncul kesan bahwa Tuhan Yesus seakan-akan membenarkan aksi sang bendahara itu.
Bahkan di ayat 9 Tuhan Yesus berkata, “Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."
Apakah ini berarti Tuhan menganjurkan pada umatNya untuk menggunakan harta benda yang tidak jujur untuk meraih surga?, tentu saja tidak. Lalu sebenarnya apa yang Tuhan maksudkan dalam perumpamaan ini?

Berakhir Dengan Benar



Salomo adalah raja besar bagi Israel. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Israel berada pada puncak kejayaan yang gilang gemilang. Kitab 1 Raja-Raja 4 : 21 dan 2 Tawarikh 9 : 26 mencatat wilayah kekuasaan Salomo membentang mulai sungai Efrat sampai negeri orang Filistin, dan sampai ke tapal batas Mesir.
Superioritas Salomo itu terjadi bukan lantaran kehebatannya di medan peperangan seperti Daud, ayahnya. Namun terjadi karena para raja di kerajaan-kerajaan itu kagum dengan hikmat yang dikaruniakan Tuhan pada Salomo sehingga mereka dengan sukacita menyampaikan upeti, dan tetap takluk pada Raja Israel ketiga itu.
I Raja-raja 4:29-30 mencatat, “Dan Allah memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut, sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir”
Kehebatan Salomo juga terwujud dari keberhasilannya membangun Bait Suci di Yerusalem, Istana raja di Gezer, Gedung ‘Hutan Libanon’, Balai saka, Balai Singgasana dan juga istana bagi anak Firaun yang menjadi istrinya.

Rabu, 28 Maret 2018

KISAH INSPIRATIF : Masih Ada Harapan




Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Yang pertama berkata, “Aku adalah Damai. Namun manusia tak mampu menjagaku. maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata, “Aku adalah Iman. Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

KISAH PENULIS ALKITAB : Daud Anak Isai ; Sang Penulis, Penyair dan Raja




Awalnya, Daud hanyalah bocah biasa. Ia tinggal di sebuah kota kecil bernama Betlehem, Efrata, di wilayah Yehuda. Ayahnya bernama Isai. Ia adalah putra bungsu dari 8 anak laki-laki. Daud juga mempunyai 2 saudara perempuan.
Para ahli sejarah memperkirakan Daud hidup antara tahun 1040–970 SM. Kisah yang cukup fenomenal dalam hidupnya adalah saat ia mengalahkan Goliat, pahlawan Filistin yang berpostur jauh lebih besar daripada dirinya.
Sejak saat itu, rakyat Israel pun memuja Daud dan menyebutnya sebagai orang yang pantas menjadi raja Israel. Padahal saat masih remaja, Nabi Samuel telah lebih dulu mengurapinya sebagai raja Israel atas perintah Tuhan. 

SERI ALIKITAB : KITAB IMAMAT (3)




Sebagaimana dua kitab sebelumnya, Kitab Imamat juga diyakini ditulis sendiri oleh Nabi Musa pada 1445 -- 1405 SM. Kitab ini berisi pengarahan yang diberikan Allah kepada Musa selama dua bulan di antara selesainya pembangunan Kemah Suci (Kel 40:17) dan keberangkatan Israel dari Gunung Sinai (Bil 10:11).
Lebih dari lima puluh kali disebutkan bahwa isi kitab ini adalah firman dan penyataan Allah yang langsung kepada Musa bagi Israel, yang kemudian disimpan oleh Musa dalam bentuk tertulis.