Sabtu, 22 April 2017

Kisah Inspiratif - Mencari Kebahagiaan






Pada suatu hari, seorang ayah mengajak anaknya duduk-duduk di tepi sebuah sungai. Berkatalah sang Ayah, “Lihatlah sungai itu. Tahukah kau nak, kalo air itu begitu penting bagi kehidupan ini. Tanpa air kita semua akan mati”.
Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan tersebut. Ia mendadak menjadi sangat gelisah dan ingin tahu apakah air itu, kenapa orang tadi mengatakan air sangat penting dalam kehidupan ini. Seberapa pentingnyakah air itu?
Lalu ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai, tahukah kamu apa itu air dan dimanakah aku dapat menemukannya? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”
Ternyata semua ikan yang ia temui tidak mengetahui di mana air itu. Si ikan kecil itu pun menjadi semakin gelisah.  Lalu ia berenang menuju sebuah mata air untuk bertemu dengan seekor ikan sepuh yang sudah berpengalaman.

Kamis, 20 April 2017

Samuel - Wahyu Sang Nabi




Para sejarahwan Alkitab menyebut Nabi Samuel sebagai penulis Kitab Samuel. Namun diperkirakan Kitab tersebut tidak diulisnya sendiri. Kontributor lainnya yang adalah nabi/sejarahwan Nathan dan Gad (1 Tawarikh 29:29).
Berdasarkan manuskrip aslinya, kitab 1 dan 2 Samuel berasal dari satu kitab. Para penerjemah Septuaginta telah memisahkan kedua kitab tersebut dan sejak pemisahan tersebut, tidak pernah digabungkan lagi.
Peristiwa yang terjadi dalam kitab 1 Samuel terjadi dalam kurun waktu 100 tahun, yakni sekitar 1100- 1000 SM, sejak kelahiran Samuel sampai pada kematian Saul, raja Israel yang pertama.
Samuel sendiri telah dikenal oleh seluruh Israel dari daerah Dan sampai Bersyeba. Ia telah dipercayakan jabatan nabi Tuhan, dan ia menjadi hakim Israel yang terkemuka (I Samuel 3:20).
Samuel mendirikan sekolah nabi yang pertama, dan dengan setia ia mengajarkan firman Allah dan berhasil menuntun umat pada tingkat kesalehan hidup yang tertinggi sejak masa Yosua kira-kira 300 tahun sebelumnya.

Si Pencuri Kue




Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk.
Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka berdua.
Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya.

Studi Alkitab - KITAB KEJADIAN (bag. 2)





Kitab Kejadian terbagi atas dua bagian utama.
(1) Pasal 1-11 (Kej 1:1-11:32) memberi suatu pandangan luas mengenai permulaan manusia dari Adam hingga Abraham dan berpusat pada lima peristiwa yang sangat penting.

(a)  Penciptaan: Allah menciptakan segala sesuatu, termasuk Adam dan Hawa yang ditempatkan-Nya di taman Eden (pasal 1-2; Kej 1:1-2:25).
(b)  Kejatuhan: Melalui pelanggaran mereka, Adam dan Hawa memasukkan kutukan dosa dan kematian ke dalam sejarah manusia (pasal 3; Kej 3:1-24).
(c)  Kain dan Habel: Tragedi ini menggerakkan dua arus utama dalam sejarah:  peradaban humanistik dan kaum sisa yang tertebus (pasal 4-5; Kej 4:1-5:32).
(d)  Air bah: Dunia purbakala telah demikian jahat pada waktu angkatan Nuh sehingga Allah memusnahkannya dengan suatu banjir universal, hanya menyelamatkan Nuh yang benar dan keluarganya sebagai sisa (pasal 6-10; Kej 6:1-10:32).
(e)  Menara Babel: Ketika dunia pasca-air bah bersatu dalam penyembahan berhala dan pemberontakan, Allah membubarkan persatuan mereka dengan mengacaukan bahasa dan kebudayaan serta dengan menyebarkan   umat manusia ke seluruh penjuru dunia (pasal 11; Kej 11:1-32).

Rabu, 19 April 2017

Studi Alkitab - KITAB KEJADIAN (bag. 1)




Latar Belakang
~~~~~~~~~~~~~~
Kejadian cocok sebagai kitab Perjanjian Lama yang pertama dan sebagai pendahuluan yang hakiki dari seluruh Alkitab. Judul kitab ini di dalam bahasa Ibrani diambil dari kata pertamanya, _bereshith_ ("pada mulanya").
Nama Kejadian merupakan terjemahan judul Ibrani itu ke bahasa Yunani dan berarti asal mula, sumber, penciptaan atau awal dari sesuatu. Kejadian merupakan kitab permulaan.
Kejadian mencatat penciptaan, permulaan sejarah manusia, dan asal mula umat Ibrani dan perjanjian Allah dengan mereka melalui Abraham dan leluhur lainnya dengan tepat. Ketepatan sejarahnya selaku Alkitab yang terilham dipastikan dalam Perjanjian Baru (PB) oleh Tuhan Yesus.
(Referensi : Mat 19:4-6; Mat 24:37-39; Luk 11:51; Luk 17:26-32; Yoh 7:21-23; Yoh 8:56-58) dan para rasul (Rom 4:1-25; 1Kor 15:21-22,45-47; 2Kor 11:3; Gal 3:8; Gal 4:22-24,28; 1Tim 2:13-14; Ibr 11:4-22; 2Pet 3:4-6; Yud 1:7,11).

Musa Penulis Kitab Taurat





Kitab Taurat atau disebut juga Pentateukh yang terdiri dari Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan diperkirakan ditulis pada kurun waktu antara 1450 SM – 1410 SM.
Para ahli sejarah Alkitab sepakat menyebut bahwa Kitab-Kitab itu ditulis oleh nabi Musa yang memang mendapat perintah langsung dari Tuhan untuk menuliskan sabda-Nya.  
Ada beberapa ayat dalam kelima Kitab tersebut yang mendukung anggapan tersebut. Diantaranya adalah Keluaran 34:27, “Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tuliskanlah segala…”
Juga di Ulangan 24:4 menyatakan, “… Musa selesai menuliskan perkataan hukum Taurat itu dalam sebuah kitab sampai perkataan yang penghabisan.” Dan Kitab Keluaran 24:4 menyatakan, “Musa menuliskan segala firman TUHAN itu.”

Kisah Inspiratif - Allah Turut Bekerja



Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelematkannya, dan setiap hari dia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatupun yang datang.
Dengan capeknya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai.
Tetapi suatu hari, setelah mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya.
Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis. Pagi- pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya.
"Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya.