Sabtu, 01 Maret 2025

Sejarah Kekristenan Warga Tionghoa di Jawa (Bagian 8) - Benih Iman yang Tumbuh di Paris van Java

 Disarikan kembali oleh Luddy Eko Pramono


Salah satu sudut kawasan pecinan di Kota Bandung pada masa kolonial Belanda. (Foto by: ayobandung.com)


Orang Tionghoa pertama yang dikristenkan di Bandung adalah Thung Goan Hok. Ia menerima sakramen baptis dari Pdt. A. de Haan pada 9 Desember 1888 jauh sebelum badan zendeling mengutus tenaga misinya bagi orang Tionghoa di Bandung pada tahun 1920. 

Setelah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, ia mulai membuka rumahnya di Jl. Gardu Jati 51A dan menyediakan ruangan untuk perkumpulan pekabaran Injil. 

Upaya pekabaran Injil itupun menghasilkan buahnya dengan dibaptiskannya 17 orang dewasa dan anak-anak pada tahun 1889. Peristiwa itu menjadi tonggak sejarah bagi pekabaran Injil dan cikal bakal terbentuknya jemaat Tionghoa di Paris van Java. 

Selama kurun waktu 1888-1920 tersebut, pekabaran Injil di Kota Bandung dilakukan oleh orang-orang Tionghoa sendiri. Hingga pada tahun 1920, orang-orang Tionghoa dimasukan ke dalam jemaat Sunda di Jl. Kebon Jati 46. 

Tetapi setelah jumlah anggota Tionghoa semakin banyak maka timbul keinginan untuk membentuk jemaat sendiri. Hal ini bukan hanya karena perbedaan bahasa antara orang Tionghoa dan orang Sunda melainkan juga ada istiadat. 

Oleh sebab itu pada Maret 1924 dibentuklah Kerkraad (Majelis Gereja) Tionghoa pertama yang terdiri dari Tan Djin Gie, Tan Kim Tjiang, Tan Goan Tjong, Hong To Bin, Hong Han Keng, Tan Tjok Lim, Lie Kok Man, Lim Djong Sin, dan Pdt. Lasschuit sebagai ketuanya. Maka sejak  tahun 1924 secara resmi berdiri gereja Tionghoa di Bandung. 

Selain Thung Goan Hok, orang-orang Kristen Tionghoa lain yang giat mengabarkan Injil di Kota Bandung dan sekitarnya adalah Tan Goan Tjong, Gouw Gwan Jang dan The Tee Bie. 

Mereka mengabarkan Injil hingga ke wilayah lain di Jawa Barat seperti Cimahi, Cianjur, Tasikmalaya, Garut, dan Cirebon dan menghasilkan buah pertobatan yang banyak pula.(*/Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar